Friday, July 11, 2014

Memaknai Usaha Kelompok SPP PNPM-MPd

BY Unknown No comments

    
Menjadi  Fasilitator kecamatan PNPM-MP memberikan kita banyak ilmu,seperti ketika memfasilitasi kelompok keinginan yang paling besar dari kami,bagaimana kelompok tersebut bisa meminjam dana untuk menambah modal usahanya dan kemudian berkembang usahanya. Siapapun yang menjual pasti berharap uangnya bisa berkembang (Do not put trust on your money but put your money ).Jangan perna mempercayai uang anda,melainkan percayakan uang anda untuk

berkembang. Jika kelompok SPP PNPM biasanya  menggolongkan kategori perkembangan kelompok  sebagai kelompok Pemula,berkembang dan matang,maka kami akan mencoba menganalisis untuk menilai atau  menggolongkan  jenis usaha,skala usaha dan produk yang akan dijual,permasalahan  serta strateginya :
Pertama, Usaha Pabrikasi ( manufacturing) menjual produk yang dihasilkan sendiri contoh industry sepatu,tas,mukena dsb.permasalahan kelompok tidak bisa  memasarkanya,maka diperluhkan strategi penjualan direct selling yaitu sipenjual  mendatangi calon pembeli,menawarkan produk dan sekaligus menjualnya.
Text Box: Usaha  Trading anggota  Kel./menjual kebutuhan sehari-hari  (Kel. SPP Ayam Gagak)


Kedua,Usaha Perdagangan (Trading) membeli sebuah produk,lalu menjualnya kembali dengan mengharapkan keuntungan contoh anggota kelompok membeli pakaian kemudian menjualnya kembali. Permasalahan dalam anggota kelompok hanya menjual tidak tahu segmenya. Akibatnya barangnya banyak yang tidak laku .maka strategi yang diperluhkan adalah harus jelas Potensial Marketnya,artinya mengetahui  orang yang akan membeli produk yang kita jual sekaligus memiliki kemampuan untuk membelinya.jangan hanya menjual tapi tidak mengetahui siapa yang akan membeli (segmen).
Text Box: Usaha Jasa Anggota kelompok/Rental TV Kabel ( kelompok SPP Rezeki)


Ketiga,Jasa ( Service) Usaha ini bisa menghasilkan namun lebih menfokuskan pada pelayanan atas produk tersebut,contoh Fotocopy,rental,restoran dsb, permasalahan yang sering ada dikelompok hanya menfokuskan kepada penjualan tidak berusaha meningkatkan pelayanananya sehingga pembeli mudah pindah ke tempat yang menawarkan pelayanan yang prima. maka strategi yang sesuai untuk usaha jasa adalah peningkatan pelayanan yang lebih cepat,ramah dan tepat waktu serta perbaikan bukti fisik yang langsung dilihat oleh pembeli seperti interior ruangan ,kebersihan.
Keempat,Agrobisnis,jenis usaha yang berkaitan erat dengan pengolahan kekayaan alam baik nabati maupun hewani misalnya usaha perkebunan, pertanian. Dikelompok SPP pun,mudah kami temui,kaum perempuan mengolah hasil kebunnya seperti sayuran kemudian menjualnya, namun permasalahan yang ada dikelompok kesulitan mendistribusikannya karena biasanya faktor jarak,waktu dan untuk hal tersebut diperluhkan strategi distribusi yang efektif dan tepat  dengan cara menghubungkan jaringan yang lebih luas antara petani ke pedagang perantara dan pedagang besar.  Analisis yang tepat dan obyektif mengenai jenis usaha dan potensi usaha kelompok SPP membuat kita memilih strategi yang tepat untuk pengembangan usaha kelompok . (FK Watang Sidenreng, Sidrap)


Catatan Perjalanan Duta PNPM-MPd Wakil Sulsel

BY Unknown No comments


Surat Kemenkokesra tertanggal 11 April 2014 perihal Undangan Temu Nasional PNPM Mandiri 2014 mempunyai serangkaian acara yakni mulai tanggal 8 s/d 10 Mei 2014 di Jakarta. Dalam acara tersebut  diundang 100 orang Duta PNPM Mandiri dari seluruh pelosok Nusantara dan salah satu Juara Duta PNPM Mandiri diantaranya adalah Abd.Rasyid Ketua PLTMH Desa Tanatoro Kecamatan Pitu Riase Kabupaten Sidrap Provinsi Sulawesi Selatan. Selain itu juga diundang para pemenang Lomba Foto sebanyak 3 orang juara dan Juara Lomba Bercerita sebanyak 3 orang, kemudian diundang pula para perwakilan Produk Kreatif hasil kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP) seperti yang dilansir dan diinfokan oleh Mbak Ari Respatih selaku event organizer (EO) acara Temu Nasional 2014 dari Inke Maris & Associates EO via telepon dan email dengan alamat widyasih@inkemaris.com.
  Tujuan dari Temu Nasional dan Pesta Rakyat 2014 adalah merupakan kegiatan rutin PNPM Mandiri yang setiap tahun diselenggarakan dan tempat berkumpul/sharing pendapat/ pengalaman bagi para Juara/ Champion orang-orang yang sangat Berhasil (Para Duta PNPM) untuk membuktikan apa maksud Pemberdayaan Masyarakat yang  sesungguhnya dari cerita-cerita sukses yang kita dengar selama ini sesuai keterangan yang diberikan para Narasumber (Bapak Sujana Royat/Deputi Kemenkokesra dan Tarmizi Tahir.A.Karim/Dirjen PMD Kemendagri) ketika berlansung Jumpa Pers dan Bincang Interaktif di Monumen Nasional/Monas Jakarta pada 10 Mei 2014

Jumpa Pers pada acara Temu Nasional PNPM Mandiri 2014
oleh Deputi Kemenkokesra dan Dirjen PMD Kemendagri
 Kemudian Produk yang dikirim dari Regional Manajemen Consultan/RMC V Sulawesi Selatan yang difasilitasi oleh Sp IEC Ibu Maria Kelen ke Pameran Temu Nasional ada 3 Produk, namun yang paling laku terjual/diminati yakni Kue Nennu-Nennu’ dan Dadara Balanda buatan/Produksi KSP Eksekuting Masempungloloe Kecamatan Panca Lautang. Bahkan pengunjung distand PNPM-MPd masih mau membeli tetapi sudah habis semua dari 16 dos terjual. Kue tersebut adalah kue wajib jika ada acara Pengantin atau hajatan di daerah Bugis/Makassar Sulawesi Selatan disamping enak, gurih manis dan renyah dimakan serta Rasa pengen tambah gagi ujar Neneng pengunjung yang memborong produk tersebut. Disamping itu dipamerkan juga hasil kerajinan Kelompok SPP Masseddi Adae Kel. Lajonga berupa Songkoaji buat ibu-ibu dan remaja putri juga diminati, kemudian dipamerkan juga produk Kel. SPP Bunga mekar Kel. Bilokka yakni aneka Miniatur  gerabah yang juga cukup menarik perhatian pengunjung Temu Nasional yang dilaksanakan di Monas Jakarta pada tanggal 10 Mei 2014 yang juga dimeriahkan dengan Pesta Rakyat/Pagelaran seni dan Budaya.
  Dari Perjalanan Duta PNPM Mandiri dimulai pada 8 Mei 2014 dengan acara Lokakarya Duta PNPM Mandiri dilaksanakan di Balaikota DKI Gubernur DKI Jakarta Pusat yang menghasilkan beberapa rekomendasi para Duta PNPM yakni salah satunya bahwa tetap mengajukan agar Program-Program yang berbasis Pemberdayaan seperti PNPM tetap d ilanjutkan siapapun penentu Kebijakan Nasional mendatang. Dari jadwal hari kedua Perjalanan Duta pada 9 Mei 2014 yakni berkunjung ke Istana Wapre RI dan Audiensi beberapa Kementerian yang mendukung PNPM, seperti Kemenkokesra, Kemendagri, Kementerian PU, Kementerian Pertanian, Kementerian Parawisata dan Ekonomi Kreatif RI, Kementerian PPN/Bappenas RI, dan kebetulan rombongan Duta PNPM wakil sulsel ke Kemenretian Kelautan dan Perikanan RI dan menyuarakan terkait keadaan Daerahnya dalam Pemeliharaan PLTMH serta menyuakan terkait keberlanjutan Program Pemberdayaan PNPM. Terakhir pada tanggal 10 Mei 2014 merupakan puncak acara Temu Nasional dipusatkan di Monumen Nasional Jakarta Pusat yakni dimulai dengan acara Pembukaan, Talkshow, pemberian penghargaan, Pesta Rakyat, seni Budaya, Jumpa Pers (Dirjen PMD Kemendagri, DPR RI Komisi II, MDGs, dan Deputi KemenkokesraRI), dan dianjungan Pameran Kreatif masing-masing PNPM Mandiri Perdesaan, PNPM Mandiri Perkotaan, PNPM Generasi Sehat dan Cerdas, PNPM PUAP, PNPM PISEW, PNPM Kelautan Perikanan, PNPM Parawisata, PNPM Mandiri Pusaka, PNPM Mandiri PeduLi, PNPM MAMPU, KPK, POKJA Penegndali PNPM, Radio Komonitas dan PERS yang menyajikan produk-produk andalannya, sebagaimana sesuai dengan temanya yakni “Bersama PNPM masyarakat Berdaya, Mandiri dan Bermartabat”. (FK Kec. Pitu Riase – Sidrap)

Surplus UPK Membawa Kebahagian Bagi RTM

BY Unknown No comments


FK/FT dalam persiapan Penyaluran Dana Ban
Tahun 2014 ini merupakan tahun kedua UPK mendapatkan dana Surplus Kegiatan SPP. Dimana Surplus UPK di dapatkan dari pengembalian jasa Pinjaman SPP selama satu tahun. Dana surplus dipergunakan minimal 15 % untuk kegiatan sosial, Maksimal 10% untuk dana kelembagaan dan maksimal 5% untuk bonus pengurus UPK dan selebihnya untuk penambahan modal Dana SPP. Tahun ini Alokasi dana untuk kegiatan sosial sebesar Rp. 7.500.000,- naik  56% dari tahun lalu. 
UPK menyalurkan dana ke 77 KK RTM yang tersebar 5 Desa yaitu, Rajang, Pakeng, Sabbang Paru, Tadokkong, Binanga Karaeng dan Pangaparang. Para Penerima Bantuan Sosial ini sangat bahagia menerima pembagian berupa beras dan gula dari PNPM Madiri Perdesaan. “Selama ini kami hanya makan beras raskin yang kualitasnya tidak bagus dan terkadang kami tidak memiliki uang untuk membelinya walaupun harganya murah namun hari ini kami seperti mimpi mendapatkan beras yang bagus. Terimakasih” kata dari beberapa penerima manfaat Bantuan Sosial ini.
Kegiatan sosial ini dilaksanakan mulai tanggal 5 s.d 8 April 2014. Bantuan Sosial yang di lakukan di PN PM Mandiri Perdesaan sangat tepat sasaran. Kebanyakan penerima manfaat adalah seorang janda yang memiliki tanggungan banyak dan sangat bermanfaat buat RTM.
Diantara mereka ada sebagian yang terkadang hanya makan 1 kali sehari karena kondisi ekon omi yang tidak memungkinkan untuk beli beras dan sebagian besar makanan di jatah setiap ang gota keluarga. 


Dan yang paling memperihatinkan masih ada beberapa RTM di Lembang yang masih menggunakan pelita untuk penerangan mereka.  UPK akan berusaha lebih maksi mal agar Dana Sosial Tahun Depan bisa lebih banyak lagi sehingga semua RTM sekecamatan Lembang bisa merasakan nikmatnya dana sosial ini. (FK/FT Kec. Lembang-Pinrang)


Dampak PNPM-MPd Bagi Masyarakat Desa

BY Unknown No comments

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) hampir memasuki seluruh wilayah perdesaan. Desa Patampanua Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan yang menjadi wilayah sasaran Program PNPM-MPd ini yang tentu memberikan dampak terhadap setiap lini kehidupan masyarakat dan lingkungan yang ada di sekitarnya.
            Metode yang digunakan adalah Method Partisipatory Rural Appraisal (PRA) dengan teknik pendekatan Kalender Musim, Diagram Venn, Kalender Harian, dll yang digunakan pada tahapan perencanaan dan penggalian gagasan program dan bentuk kegiatan pemberdayaan yang akan dikerjakan dengan beberapa prinsip kerja dan mengacu pada Petunjuk Teknis Operasional (PTO), sehingga hampir dipastikan bahwa methode dan perencanaan program ini hampir mendekati kesempurnaan.
Dari segi dampak, secara ekonomi tentu tidak dapat dipungkiri adanya pengaruh secara ekonomi di tengah masyarakat melalui kegiatan Simpan Pinjam Perempuan (SPP) yang dapat dimaknai bahwa betapa program ini memiliki kebijakan yang memberikan perlakukan khusus terhadap perempuan dengan harapan perempuan memiliki keberdayaan dan posisi tawar serta daya saing dalam pencarian nafkah, sehingga perempuan tidak lagi dipahami sebagai pencari nafkah tambahan, tetapi dapat membuktikan bahwa perempuan bisa menjadi pencari nafkah utama dalam keluarganya.
Dampak lain yang ditimbulkan oleh PNPM-MPd di Desa Patampanua ini adalah pengembangan pembangunan fisik seperti drainase yang dapat berkontribusi langsung terhadap lingkungan sehingga masyarakat dapat melakukan pengendalian volume air yang awalnya berpotensi sebagai perusak lingkungan, tetapi pada akhirnya  dapat menjadi potensi, baik terhadap pemanpaatan air terhadap lingkungan, maupun terhadap manusia yang ada disekitarnya.

Selain dari hal tersebut di atas, karena PNPM-MPd ini adalah dari rakyat,  oleh rakyat  dan untuk rakyat, sehingga dalam pelaksanaannya, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga monitoring dan evaluasi bahkan sampai pada pemeliharaan, kesemuanya dilakukan oleh masyarakat setempat. Sehingga, tidak dapat pula kita pungkiri bahwa masyarakat yang terlibat dalam proses administrasi mulai dari UPK, BPUPK, BKAD, KPMD, TPK hingga Tim-Tim perencanaan, pengawasan dan pemeliharaan telah mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang berharga dalam hal kerja-kerja tim, berorganisasi, bahkan pengalaman administrasi dan pembukuan.
Meskipun yang selalu muncul dari hasil monitoring adalah cenderung hasil kwantitatif, hasil yang dapat dihitung secara nyata, seperti volume fisik, jumlah uang yang terdistribusi dan pengembalian, serta laporan administrasi dan dokumentasi yang dapat dilihat secara kasat mata. Tetapi, yang tak kalah pentingnya kita perhatikan dari dampak program PNPM-MPd ini di Desa Patampanua ini adalah dampak sosial ditengah-tengah masyarakat yang terlibat langsung meskipun tidak menerima dampak langsung.
Hal ini tercermin pada kegiatan gotong-royong yang melibatkan masyarakat pada peningkatan pembangunan fisik drainase, dimana rata-rata masyarakat tidak menerima dampak langsung, tetapi karena adanya kebersamaan dan kepedulian, sehingga masyarakat sekitar berbondong-bondong datang memberikan bantuan tenaga agar pembangunan drainase di wilayahnya dapat meningkat melebihi dari rancangan yang ada dalam RAB perencanaan Fasilitator Teknik PNPM-MPd. (FT Marioriawa – Soppeng)
            

Mengenal Desa Dengan Tiga Alat Kaji

BY Unknown No comments




Untuk meningkatkan kapasitas pelaku PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Liukang Tangaya, maka pada tanggal 21-22  Maret 2014 dilaksanakan Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Masyarakat Bagi KPMD .
Kegiatan Pelatihan yang dilaksanakan di tengah-tengah sibuknya masyarakat dalam menyambut pesta demokrasi ,khususnya masyarakat kepulauan yang ada di kecamatan  Liukang Tangaya yang mengakibatkan  kepala wilayah kecamatan liukang tangaya tidak sempat hadir, sehingga pelatihan yang tadinya rencana akan di buka oleh bapak camat liukang tangaya terpaksa di fasilitasi langsung pembukaannya  Oleh Fasilitator Kabupaten (Syafruddin Hebbu) , inti dari pada pelatihan KPMD ini adalah bagaimana di Desa khusunya  Desa yang ada di Kecamatan Liukang Tangaya dapat memahami tentang kondisi desanya yang berbarometer potensi yang ada.
Materi Pelatihan KPMD selama 2 hari itu lebih menitikberatkan pada tahapan proses perencanaan serta peningkatan kapasitas KPMD selaku ujung tombak pelaksanaan kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan di tingkat desa. Dalam Kegiatan pelatihan ini lebih banyak dilakukan diskusi dan simulasi tahapan yang berkaitan dengan Pengkajian keadaan desa dengan memakai 3 Kajian (3 Tools)
                                                                
                                                                                                                                

Dengan dilaksanakannya Pelatihan KPMD selama 2 hari, 4 Perwakilan KPMD dari desa yang ada di kecamatan liukang tangaya( Sri Hindayanti KPMD dari Desa Satanger, Satriani KPMD dari Desa balo-baloang, Rustam KPMD desa Tampaang dan Mustapa dari kelurahan sapuka), dengan antusiasnya berani memaparkan di depan peserta pelatihan tentang hasil karyanya dalam membuat 3 alat kaji dalam kegiatan pengkajian keadaan desa (PKD) sesuai dengan Permendagri 66 tahun 2007 tentang Perencanaan pembangunan Desa. (FT/FK Liukang Tangaya-Pangkep)


Pencapaian Progres Yang Positif

BY Unknown No comments



Kabupaten Enrekang merupakan salah satu lokasi PNPM Mandiri perdesaan sejak tahun 2007 dengan penyerapan alokasi dana sampai dengan Tahun 2013 sebesar 56.975.000.000,-, yang terdiri dari dana APBN sebesar Rp. 47.582.500.000,- dan APBD sebesar Rp. 9.392.500.000,-. Kabupaten Enrekang dengan mengacu pada pola integrasi sehingga proses perencanaan sudah dilaksanakan bersamaan dengan perencanaan reguler, sehingga proses pencairan dana pun dapat dilaksanakan lebih awal.
Tahun 2014 PNPM Mandiri Perdesaan Kab. Enrekang sudah masuk Tahapan pelaksanaan yang di awali dengan persiapan dan pelaksanaan pelelangan serta penyaluran dana ke desa. Kabupaten Enrekang di minggu ke III maret 2014 telah mencapai tahapan pencairan dana dari KPPN ke masing-masing rekening UPK di kecamatan, 40% tahap I dari KPPN sebesar Rp 3.340.000.000,- dari alokasi Rp 8.350.000.000,- telah ditransfer berdasarkan bukti SP2D dan SPM yang telah di entry kedalam database disbursement pnpm mandiri perdesaan, hal ini merupakan pencapaian progres yang positif dari Standar Kinerja nasional (SKN), yang mana pencairan dana dari KPPN direncanakan pada triwulan II, namun dapat direalisasikan pada Triwulan I.
Tiga Kecamatan dari delapan kecamatan, Kecamatan Enrekang telah melakukan penyaluran dana di beberapa desanya. Capaian progres ini tentunya tidak menafikan andil dan dukungan dari stakeholders, satker dan Pemerintah daerah maupun SKPD yang terkait adalah elemen penting dalam mendukung kelangsungan program PNPM Mandiri Perdesaan di kabupaten Enrekang, kerjasama yang selama ini terbangun menghasilkan koordanasi yang baik dan
sud ah tentu mengasilkan output dan pencapain progres sesuai dengan yang telah direncanakan (Standar Kinerja Nasional).

Harapannya kerjasama dan dukungan ini tetap terbangun dengan baik, mebangun harmonisasi dalam suasana kerja sehingga cita-cita integrasi dapat terwujud dengan baik pula, selain itu pengawasan dan pemantauan yang intens terhadap pengelolaan dana dan pelaksanaaan kegiatan dari seluruh pihak terkait sangat dibutuhkan dalam rangka menjamin kualitas dan kuantitas pelaksanaan program sesuai dengan prinsip dan aturan yang ada. (FasKab Enrekang)